0

"KISAH DOKTER YANG MENGHADAPI PASIEN SAKARATUL MAUT"

Ini adalah Kisah nyata,,,,
pengalaman pribadi yang dikisahkan langsung oleh Dr Khalid Al-Jubair seperti dikutip dari laman syahida.

Dr Khalid Al-Jubair adalah pakar bedah jantung di Saudi Arabia.
Kisah nyata yang dialaminya ini dibagi agar menjadi pelajaran berharga yang bisa kita ambil sebagai orang Yang BERIMAN.

Suatu hari seorang perawat menelepon saya, ia bercerita bahwa ada seorang pasien. Infus yang ada di tangan kanannya tidak berjalan dengan baik. Konsekuensinya harus dipindahkan infus tersebut ke tangan kirinya.Saya datang ke pasien tersebut. (Perlu diketahui) pasien ini tinggal di rumah sakit sudah 6 bulan. Pada 5 bulan pertama ia masih berbincang-bincang dengan saya sebagaimana saya berbincang-bincang dengan kalian. Dan pada bulan ke-6 ia pingsan secara total tidak bisa bergerak sedikitpun. Maka saya datangi dia. Kemudian saya ambil tangan kirinya untuk mencari urat (untuk dimasukkan infus), maka saya dikejutkan karena ia tiba-tiba berbicara :

“Dr. Khalid ? Apa yang ingin kamu lakukan?
Apakah kamu dokter Khalid?
”Saya menjawab, “Ya, betul.
Ialu (pasien) bertanya,
Apa yang ingin kamu lakukan?
”Saya menjawab :
“Saya sedang mencari urat (tangan kiri) Anda untuk dimasukkan infus.
”Ialu (Pasien) berkata: “Tidak, kamu tidak akan menemukan urat tersebut (karena) saya sudah menjadi mayat.
”Saya berkata, “Tidak, kamu bukan mayat.
”Ialu (pasien) berkata : “Wahai dokter! Saya ini telah menjadi mayat.
”Saya berkata, “Tidak kamu bukan mayyit.
”Ialu (pasien) berkata: “Wahai dokter! Saya adalah mayyit...Saya melihat apa yang kamu tidak lihat. Sungguh saya melihat malaikat maut berada di depan saya sekarang.

”Tangan pasien tersebut masih dalam pegangan saya. Maka saya teringat dengan hadits yang shohih dari Al Barro’ bin adzib radhiyallahu’anhu.

Dimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,: apabila salah seorang di antara kalian hendak menghadap akhirat dan meninggalkan dunia (sakaratul maut) dan ia tergolong orang yang sholeh maka ia akan melihat (sejauh mata memandang) para malaikat yang putih wajahnya. Mereka adalah para malaikat rahmah dan ia akan melihat kedudukannya di surga.Dan sungguh aku telah melihat hal ini pada tiga orang (yang saya tangani),
sebelum mereka meninggal dunia. Selama 30 tahun atau 32 tahun pengabdian saya di rumah sakit, tiga orang yang saya tangani mereka berkata :

“Wahai dokter! Janganlah kau buat capek dirimu! Sesungguhnya kami telah meninggal.
”Salah satu dari mereka berkata: “Sungguh aku telah melihat kedudukanku di surga dan pada bidadari telah tersiapkan untukku.”(Dan salah satunya adalah) seorang pemuda yang umurnya 17 tahun, ia berkata: “Sesungguhnya saya telah mencium aroma surga sekarang.” Dan orang yang ke-3 berkata: Sungguh saya melihat surga sekarang.” 

SubhanAllah...
Semoga kita Semua kelak 
Wafatnya Dalam Beriman..
mendapatkan Husnul khotimah
Aamiin yaa Allah....


0

Surat KH Arifin Ilham Ingatkan Kepala BNPT Saud Usman Nasution Soal Pemblokiran Media Islam


PANJIMAS.NET – Berikut ini adalah surat dari da’i kondang, pimpinan Majelis Az Zikra, KH Muhammad Arifin Ilham. Surat yang ditujukan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol Saud Usman Nasution itu ditulis di halaman (Fan Page) jejaring sosial Facebook, milik KH M Arifin Ilham pada hari Rabu (1/4/2015).
Dengan bahasa yang santu, KH Arifin Ilham menunjukkan pembelaannya kepada media Islam dan mendesak kepada Kepala BNPT agar segera membuka blokir sejumlah media Islam. Berikut ini selengkapnya.
Surat untuk Ayahanda Irjen. Pol. Drs. H. Saud Usman Nasution, Kepala BNPT
Ayahanda tercinta Irjen. Haji Saud Usman Nasution, nanda wajib mengingatkan ayahanda yang telah memblokir media da’wah. Maafkan jika ayah marah dengan nanda. Ayahanda, hidup kita tidak lama di dunia, sangat sebentar, apalagi jabatan yang kita emban.
Segala sikap dan keputusan kita mengandung konsekwensi dunia akhirat. Bacalah Kalam Allah dengan iman. Barang siapa memberi keputusan atau kebiasaan yang baik, lalu banyak yang mengikutinya maka sebanyak itu ganjaran mengalir Allah berikan kepadanya, tetapi sebaliknya barang siapa membuat keputusan atau kebiasaan buruk, lalu banyak yang mengikutinya maka sebanyak itu dosa yang ditimpakan kepadanya, (QS An Nisa 85). Betapa besar nilai amal dan pahala bila keputusan itu baik, sebanyak manfaat, sebanyak yang mengikutinya sebanyak itu pahala mengalir yang ayah raih, tetapi kalau keputusan itu buruk apalagi sampai menutup jalan da’wah, sungguh keputusan terlalu berani, terlalu riskan ayahanda. Nanda wajib menyampaikan akibat akibat bagi mereka yang menghalangi da’wah:
  1. Mendapat laknat Allah seperti Abu Lahab, “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (QS Al-Lahab: 1-4).
  2. Akan mendapat azab yang sangat pedih di akhirat kelak
  3. Akan mendapat azab Allah saat di dunia
  4. Termasuk orang zhalim yang sangat merugi
Allah berfirman, “Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. dan mereka Itulah orang-orang yang tidak percaya akan adanya hari akhirat. Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya). Mereka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan. Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi” (QS Huud : 18 – 22)
  1. Menjadi musuh Allah dunia akhirat. Rasuulullahu bersabda, “Sesungguhnya Allah Berfirman: “Siapa saja yang telah memusuhi juru da’wahKu maka sungguhnya Aku telah menyatakan perang kepadanya” (HR Bukhori).
  2. Menutup jalan da’wah membuat yang lemah iman semakin jahil, yang benci Islam semakin berjaya. Padahal Rasul yang mulia mengajarkan kita doa mohon perlindungan Allah dari “syamaatatil a’daai”membuat pembenci agama yang mulia ini bertepuk tangan.
  3. Menumbuhkan kecurigaan, fitnah bahkan kebencian umat kepada ayahanda dan BNPT. Mengapa tanpa teguran peringatan sebelumnya, mengapa hanya media Islam dicap radikal kalau yang lain tidak dicap radikal, dan sebagainya. Sungguh kecurigaan akan menjadi fitnah, dan fitnah menimbulkan kebencian, dan kebencian menjadi permusuhan. Bahkan sampai meninggal pun bukan saling mendoakan, naudzubillah min dzalika. Bukankah kita bersaudara seiman, bisa duduk bersama, makan minum bersama dan saling menasehati. “Sesungguhnya orang-orang mu’min bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (QS Al Hujurat: 10).
Semoga ayahanda tercinta berkenan dan segera membuka kembali jalan da’wah mulia ini. Kalau memang banyak kekurangan dan kesalahan ikhwah media da’wah, ajaklah bermusyawarah untuk memperbaikinya, insya Allah semua berkenan dan berkah dengan shilaturahim, berkah BNPT, berkah da’wah, berkah juga untuk negeri yang kita cintai ini. Dan nandapun senang jika ayah mengundang nanda bermusyawarah.
Ikhwah fillah yang diblokir bersabarlah, insya Allah tidak lama, berdoalah dan doakanlah semua dan tentu pula muhasabah diri. Tantangan da’wah adalah keniscayaan, dan selalu berbuah hikmah besar, sahabatku.
Maafkan Arifin ini yang merindukan keberkahan harakah da’wah dan kedamaian negeri ini. Alangkah indahnya bila presidennya benar-benar memikirkan keadaan rakyatnya, tentara polisi melindungi rakyatnya, media da’wahnya lancar, rakyatnya menjadi taat, dan negerinya bertabur berkah insyaAllah, aamiin. [AW]

0

Semut Berbicara Didalam Alquran, Ilmuwan Membuktikannya



Nabi Sulaiman adalah seorang nabi dan rasul Allah yang diberikan mukjizat oleh Allah yaitu ia dapat mengerti bahasa binatang. Nabi Sulaiman A.S merupakan anak dari Nabi Daud A.S, dalam Alquran namanya disebutkan sebanyak 27 kali.

Ia diangkat menjadi raja di kerajaan bani Israil setelah ayahnya wafat, tak hanya menjadi raja bani Israil, Allah memberikannya kemampuan untuk menjadi raja untuk bangsa jin dan binatang. Oleh karena itu, Nabi Sulaiman bisa mengerti berbagai macam bahasa binatang termasuk semut.


Dalam sebuah kisah di dalam Alquran, dikisahkan bahwa pada saat itu Nabi Sulaiman dan bala tentaranya sedang melintasi sebuah jalan yang di jalan itu terdapat gerombolan semut. Dalam ayat tersebut Allah menyebutkan bahwa semut-semut tersebut dapat berbicara satu sama lain.

"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";" [QS. An-Naml ayat 18]

Sebagai umat Islam, kita percaya bahwa apa yang tertera di dalam Alquran tidak ada yang sia-sia. Namun, bagi orang-orang yang tidak mempercayai Alquran, pastilah ayat diatas hanya dianggap sebagai bualan belaka.

Namun, fakta kebenaran Alquran kembali terungkap melalui sebuah penelitian ilmiah. Science Magazine yang terbit pada 6 Februari 2009 menuliskan sebuah hasil penelitian ilmiah terbaru yang menyatakan semut dapat berbicara.

Dalam penemuan tersebut mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi audio yang canggih telah memungkinkan para ilmuwan untuk meneliti dan menemukan kesimpulan bahwa semut-semut secara rutin berbicara antara satu dengan yang lainnya.

Semut Sebagian besar memiliki semacam papan alami dan plectrum yang terdapat dalam perut mereka yang dapat mengeluarkan suara sebagai media untuk berkomunikasi dengan sesamanya.

Menggunakan microfon dan speaker mini yang canggih yang dapat dimasukkan kedalam sarang semut, peneliti menemukan bahwa ratu semut dapat mengeluarkan instruksi kepada para pekerja mereka.

Para peneliti heran, yang berhasil membuat rekaman pertama dari semut ratu "berbicara", juga menemukan bahwa serangga lain pun meniru hal yang persis sama. Kupu-kupu besar Rebel adalah salah satu dari sekitar 10.000 makhluk yang memiliki hubungan parasit dengan semut dan sekarang ditemukan telah belajar untuk meniru suara dengan menggunakan sinyal kimia.

Larva Kupu-kupu dibawa oleh semut ke sarang di mana mereka diberi makan oleh pekerja. Ketika koloni terganggu semut akan menyelamatkan larva. Bahkan jika mereka kekurangan makanan, semut akan mengorbankan diri mereka sendiri sebagai bahan makanan pengganti.

Hasil penelitian beberapa dekade yang lalu telah menunjukkan bahwa semut mampu membuat panggilan menggunakan alarm berbunyi, tetapi baru-baru ini hasil riset telah menunjukkan bahwa kosa kata mereka mungkin jauh lebih besar dan mereka juga dapat "berbicara" satu sama lain.

Profesor Jeremy Thomas, dari University Oxford, mengatakan kemajuan teknologi telah memungkinkan penemuan baru, hal itu karena komunikasi semut bisa direkam secara subjektif.

Para peneliti melakukan penelitian dengan cara memasukkan speaker mini yang berisi rekaman suara ratu semut ke dalam sarang semut kemudian memutarnya. Hal ini ternyata mampu menarik perhatian para semut dan membuat mereka bersiaga.

"Ketika kami memutar suara ratu yang mereka lakukan kemudian adalah bersiap siaga. Mereka akan bergerak berdiri sambil mengulurkan antena mereka ke depan dan rahang (capit) mereka terbuka selama berjam-jam. Siapa saja makhluk asing yang berada di dekat mereka, mereka akan serang," katanya.

Dia menggambarkan bagaimana semut akan melakukan gerakan menekan antena mereka ke arah speaker seperti mereka menyambut yang lain dalam sarang semut.

"Kita pasti pernah lihat semut bersalaman ketika mereka bertemu. Seperti itulah mereka melakukannya." lanjutnya.

Profesor Thomas masih belum mengetahui dengan pasti tentang berapa jumlah semut yang mengandalkan suara untuk bahasa mereka, namun ia menduga penelitian lebih lanjut akan mengungkapkan kosakata yang lebih luas daripada yang terlihat sebelumnya.

Sedangkan menurut buku "Encyclopedia of Entomology" karangan John L. Capinera halaman 92, dikatakan setidaknya ada 4 jenis senyawa kimia yang dikeluarkan semut dalam berkomunikasi, dengan mengambil contoh semut African Weaver:


·                     Hexanal: Zat ini menarik perhatian dan membangunkan ketertarikan mereka.
·                     Hexanol: Semut-semut menjadi siaga dan berlarian ke segala arah dalam rangka mencari sumber masalah.
·                     Undecanone: Saat dipancarkan, ini menarik semut ke sumber bahaya, dan membuat mereka menggigit semua objek asing pada daerah semut.
·                     Butyloctenal: Meningkatkan agresi dan kesiapan mereka untuk mengorbankan diri.

Dalam surat An-Naml ayat 18 di atas, kira-kira seperti inilah percakapan para semut tersebut:

1. "Hai para semut": dalam tahap ini, Hexanal di keluarkan, memasuki fasa alerting dimana semut tersebut meminta perhatian semut yang lain.

2. "kembalilah ke sarangmu" : dalam tahap ini, Hexanal lebih intense dikeluarkan, menyebabkan apa yang dikatakan oleh John L. Capinera di atas, semut-semut berlari dengan cepat dan acak, serta mengubah arah.

3. "agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya" : dalam tahap ini, Hexanol di keluarkan, mengakibatkan fasa attraction dan stopping dimulai, di mana perhatian para semut di arahkan kepada source atau sumber bahaya, dalam hal ini adalah Sulaiman dan tentaranya.

4. "sedangkan mereka tidak menyadari" : dalam tahap ini, semut-semut itu di perintahkan untuk holding, bukan bitting. Undercanone dan Butyloctenal dalam kadar tertentu bersama-sama menentukan jenis pertahanan apa yang harus mereka buat untuk mempertahankan diri dan sarang mereka. Dalam hal ini yang diperintahkan adalah "hold" atau tunggu. "Jangan serang, karena mereka tidak menyadari. Mereka tidak sengaja akan menginjak kita dan menyerang kita".

Inilah keajaiban Alquran yang telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah, semoga dengan demikian kita bisa menjadi lebih yakin akan kebenaran Alquran.

Sumber http://www.makintau.com

0

Inilah 5 Tanda Anda Memiliki Indera Ke-6





Sebuah keberuntungan ketika kita diberikan suatu anugrah dari Tuhan yang tidak semua manusia memilikinya. Salah satu nya adalah indera ke 6. Tidak banyak orang di dunia yang memiliki kemampuan membangkitkan indera ke 6 mereka, terlebih lagi adalah orang Indonesia. Salah satu orang Indonesia yang mungkin anda tahu memiliki indra ke 6 adalah seorang artis Indonesia zhe zhe shahab. Kehidupan dengan Indra k-6 mungkin sesuatu yang spesial bagi kebanyakan pemikiran orang, tapi pasti ada hal-hal yang membuat orang dengan kemampuan seperti itu merasa risih atau resah, mungkin seperti yang pernah saya lihat di acara show bukan empat mata bahwa mereka harus siap melihat makhluk halus setiap harinya.

Indera ke 6 merupakan sebuah kemampuan di mana sesorang bisa melakukan sesuatu yang orang biasa tidak bisa melakukannya seperti halnya bisa melihat hantu dan dunia roh, dapat membaca pikiran dan bahkan dapat memprediksi dan meramlakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Inilah sebuah kemampuan yang Tuhan berikan kepada manusia yang tidak semua orang dapat memilikinya.
Mungkin anda sering mengalami hal-hal yang tidak biasa dalam hidup anda, seperti halnya yang bisa di lakukan oleh orang-orang pemilik indra ke - 6, namun anda tidak menyadarinya jika anda juga memiliki indra ke-6, siapa yang anda tahu ? dan sebenarnya ada sebuah tanda yang bisa dikatakan bahwa hal ini menunjukan anda memiliki indra ke 6, berikut adalah 6 tanda yang menunjukan anda memiliki indera ke-6 :

#1. Mimpi Menjadi Nyata
Mungkin anda pernah mengalam mimpi saat tidur dan mengalami kenyataan, dan sebenarnya mimpi tersebut merupakan sebuah kejadian di mana , kejadian itu belum terjadi. Indera ke 6 anda itu kalah dengan nafsu duniawi sehingga indera ke 6 hanya bisa menampilkanya dalam otak dan menjadikan sebuah peringatakan dalam mimpi anda. Namun kebanyakan orang tidak menyadari hal ini, sehingga hanya mengatakan itu hanya sebatas bunga tidur.

#2 Merasakan Kehadiran Makhluk Halus
Di saat anda sendiri anda sering merasakan sesuatu di dekat anda, padahal anda pada saat ini memang sendiri, namun sebenarnya anda tidak sendiri. Mereka ( Makhluk halus) sebenarnya ingin berkomunikasi dengan anda namun kebanyakan dari mereka hanya memainkan perasaa andan sehingga anda menjadi merinding. Dan anda merasakan hal ini terus menerus ketika anda sendiri, dan sebenarnya hal itu menunjukan kepekaan anda terhadap kehadiran makluk halus.

#3. Kepekaan Terhadap Sesuatu
Melanjukan tanda ke dua, anda begitu peka terhadap sesuatu yang anda pikir anda sedang diperhatikan oleh sesuatu, namun ketika anda mencari tahunya tidak ada siapapun di dekat anda yang sedang memperhatikan anda, namun sebenarnya bisa jadi memang benar adanya bahwa ada yang sedang memperhatikan anda yaitu mereka yang berasal bukan dari dunia ini.

#4 Menangkap Cahaya pada Benda
Tanda selanjutnya adalah anda dapat melihat sebuah cahaya yang ada pada benda, sebuah cahaya yang menyelimuti benda, namun ketika mengalihkan pandangan maka secara sekejap cahaya itu menjadi hilang. Cahaya yang anda lihat tersebut merupakan sebuah aura yang di miliki oleh benda tersebut,

#5 Dejavu
Ada sering mengalami dejavu, di mana anda merasa anda pernah mengalami kejadian yang sama dan seakan kejadian ini berulang walaupun sebenarnya anda merasa belum pernah mengalami kejadian ini. Biasanya hal ini di kaitkan dengan mimpi dan tentu saja ini sangat berkaitan juga dengan tanda nomor 1.

Itulah 5 tanda yang bisa menunjukan anda memiliki indera ke 6, namun tentu saja walau anda memiliki tanda-tanda tersebut, indera ke-6 tidak akan bisa di bangunkan begitu saja, harus ada upaya untuk anda membangkitkannya dari tidurnya, walaupun banyak juga yang memiliki indera ke 6 dengan sendirinya dari lahir.

1

2000 Orang Papua Bersahadah Masuk Islam

SEKADAU (22/1-2015) - "Kami dakwah di Papua penuh dengan pengorbanan. Pernah kami keluar ke pedalaman suku Tatsmit. Kami disambut dengan panah dan tombak dan habis tubuh saya dengan panah beracun sehingga saya dilarikan ke hospital. Hampir seminggu saya di hospital, tapi tetap sabar. Anehnya, orang-orang yang memanah saya ikut menghantar saya ke hospital.

Setelah sembuh, kami tetap masukkan jemaah ke suku tersebut, sampai kami diterima dan yang pertama yang kami ajarkan adalah cara mandi pakai sabun, syampu dan berus gigi kepada suku tersebut, sehingga mereka merasa nyaman kerana selama ini mereka biasa menggunakan minyak babi sebagai sabun.

Setelah mereka terkesan dengan mandi pakai sabun, syampu, baru kami dakwahkan tauhid sehingga awal dakwah kami di sana, kami ajak 2000 orang kelapangan untuk mandi beramai-ramai menghilangkan najis mughallazah mereka, dan mengajak mereka syahadah.

Alhamdulilah, 2000 orang telah masuk Islam, dan beberapa waktu yang singkat selepas itu, 4000 lagi mengucap kalimah syahadah." Sumber  Ustd Dahlan dan fb https://www.facebook.com/ajiyusop?fref=photo

0

Jenderal bintang dua ini mengucapkan dua kalimat syahadat dibimbing seorang ulama.

SEKADAU (17/1) - Kapolda Bali, Irjen Albertus Julius Benny Mokalu menyatakan telah memeluk agama Islam. Benny mengucapkan dua kalimat syahadat di kediamannya Denpasar, Bali pada Jumat kemarin, 7 November 2014.
Pengumuman Jenderal bintang dua ini menjadi mualaf disebarkan melalui jejaring sosial Facebook, lewat akun Mualaf Center Indonesia.
Di dalam akun itu terpampang foto Benny mengucapkan syahadat dibimbing seorang ulama asal Bengkulu, Habib Abdurrahman dan disaksikan sejumlah tokoh serta pejabat teras Polda Bali.
Benny Mokalu, lahir di Kupang, NTT, 22 Juli 1959. Sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Bali 16 September 2013, Benny menjabat sebagai Kapolda Bengkulu.
Akpol lulusan 1985 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Sepanjang kariernya hingga sekarang, dia sudah mengisi jabatan penting di Polri. Dia sempat menjadi Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mabes Polri dengan pangkat komisaris besar pada 2009 lalu. (Ism) sumber http://www.dream.co.id/jejak/kapolda-bali-jadi-mualaf-141110c.html 

0

QURBAN UNTUK EMAK

Kisah ini terjadi 2 tahun yang lalu di suatu kota di jawa timur diceritakan seorang pedagang hewan qurban tentang sebuah kejadian yang membuat hatinya amat tersentuh, berikut kisahnya; Seorang wanita datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kepadanya, “Silakan bu…”, lantas ibu itu menunjuk salah satu kambing terkecil sambil bertanya, “kalau yang itu berapa Pak?” “Yang itu 700 ribu bu,” jawab saya. “Harga pasnya berapa?”, Tanya kembali si Ibu. “600 deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah. “Tapi, uang saya hanya 500 ribu, boleh pak?”, pintanya. Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dengan teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dengan harga itu kepada ibu tersebut. Sayapun mengantar hewan qurban tersebut sampai ke rumahnya, begitu tiba di rumahnya, “Astaghfirullah…, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu. Rupanya ibu itu hanya tinggal bertiga, dengan ibunya dan puteranya dirumah gubug berlantai tanah tersebut. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang-barang elektronik,. Yang terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh. Di atas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus. “Mak, bangun mak, nih lihat saya bawa apa?”, kata ibu itu pada nenek yang sedang rebahan sampai akhirnya terbangun. “Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke Masjid ya mak…”, kata ibu itu dengan penuh kegembiraan. Si nenek sangat terkaget, tapi nampak jelas raut bahagia di wajahnya, ia segera berjalan keluar dengan langkah yang gontai karena usianya yang senja. Sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap, “Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban.” “Nih Pak, uangnya, maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama emak saya…”, kata ibu muda itu. Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa, “Ya Allah…, ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan Imannya begitu luar biasa.” “Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu, “sudah bu, biar ongkos kendaraanya saya yang bayar”, kata saya sambil menyembunyikan mata saya yang sudah berkaca-kaca. Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya meski dengan segala keterbatasan ekonominya. Hikmah Yang dapat kita ambil; Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi apalagi kekuasaan, kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu untuk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yang diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja ada kengganan untuk berkurban, padahal bisa jadi harga handphone, jam tangan, tas, ataupun aksesoris yang menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata tidak mampu atau tidak dianggarkan.

0

RENUNGAN

 *AYAH *

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya : "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk ?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda. Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu bergumam : "Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, yang membuat anak wanita itu tambah kebingungan. Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya kepada Ibunya : "Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk ? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit ?" Ibunya menjawab : "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban sang Ibu. Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran, mengapa wajah Ayahnya yang tadinya tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi terbungkuk-bungkuk ? Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa kepenasarannya selama ini. "Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi." "Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya." "Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetes keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya." "Ku-berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya." "Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya." "Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara." "Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dilecehkan oleh anak-anaknya." "Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Isteri yang baik adalah Isteri yang setia terhadap Suaminya, Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup b ik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi." "Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga sakinah dan badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya." "Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh Laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat." Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, bersuci, berwudhu dan melakukan shalat malam hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdzikir, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. "Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah." Sahabatku, masih ada perasaan bencikah di hatimu terhadap ayahmu, yang mungkin perilakunya yang tidak sesuai dengan keinginan kita? Sudahkah engkau membandingkan segala kekurangan beliau, dengan segala jasa beliau kepada kita sejak kita masih dalam kandungan ibu? Terkadang tanpa sadar, masih banyak diantara kita yang kurang bangga terhadap ayah kita, karena pekerjaan beliau. Kita merasa malu ketika banyak orang mengetahui orang tua kita hanya orang desa, yang kuper. Ah… layakkah kita disebut anak yang sholeh? Peluklah beliau… dan katakan, "Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah… Maafkan diri ini yang selalu menambah bebanmu

0

Perempuan Non-Muslim Ini Memutuskan Berhijab


Perempuan Non-Muslim Ini Memutuskan BerhijabAmanda (http://www.hautehijab.com/)
Hijab memang digunakan muslimah untuk menutup aurat. Namun bukan berarti busana itu hanya bisa dikenakan olehkaum perempuan pemeluk Islam saja.
Dream - Hijab memang digunakan muslimah untuk menutup aurat. Namun bukan berarti busana itu hanya bisa dikenakan oleh kaum perempuan pemeluk Islam saja. Sejumlah perempuan non-muslim pun ternyata juga terkesan dengan busana ini.
Lihatlah Amanda. Perempuan asal Amerika Serikat ini juga berhijab. Baju yang dikenakan pun menutup aurat dengan rapat. “Saya adalah perempuan non-muslim Amerika yang memilih berhijab,” tutur Amanda dikutip Haute Hijab.
Amanda tidak sedang coba-coba. Dia juga tak sedang mendalami hidup sebagai muslim. Namun, lulusan diploma Hubungan Internasional Universitas Utah ini benar-benar berketetapan hati, berhijab selamanya.
“Saya telah membuat keputusan seumur hidup hanya menunjukkan wajah dan tangan saja saat di muka umum, dan saya menyukainya,” katanya.
Keputusan itu datang dari pengalaman kecil Amanda. Sejak dulu dia terkagum-kagum pada busana hijab. Namun sayangnya dia terlalu percaya dengan anggapan miring masyarakat di sekitarnya. “Sehingga saya ragu dibuatnya.”
Menginjak remaja, Amanda mendalami sastra Arab. Saat itulah dia berkenalan dnegan teman muslimah. Beberapa di antaranya berhijab. Namun hatinya tak juga bergerak. Dia bahkan berfikir teman-teman muslimahnya itu berada dalam tekanan untuk berhijab.
Pandangan itu mulai berubah saat kuliah. Dia kerap kali mendengar pembicaraan teman pria soal perempuan. Bahkan sering memergoki para pria mencuri-curi pandang. Melihatnya bulat-bulat. Namun dia masih berusaha cuek saja. “Tapi setelah mendengar percakapan mereka, saya tidak bisa berdiam diri saja,” ucap Amanda.
Sejak itu, dia mulai melabrak setiap pria yang melihatnya dengan tak senonoh. Namun pada akhirnya dia sadar. Rasa tidak nyaman itu merupakan masalahnya. “Saya berfikir orang-orang itu punya hak bertindak sekehendaknya dan saya tidak punya hak untuk melarang mereka.”
Suatu saat, Amanda melihat teman muslimahnya yang berhijab. Saat itulah perempuan yang tinggal di Sacramento, California, ini melihat temannya itu tampak anggun. Dalam hati Amanda berkata, “Wow, saya ingin terlihat seperti dia.”
Sejak itulah Amanda mulai mencari informasi soal hijab. Dia juga mencari tahu mengapa para muslimah mengenakan kerudung penutup aurat itu. “Saya melihat video di Youtube, mencari toko hijabonline. Lama-lama saya terpesona, para perempuan berhijab tampak cerah dan elegan. Saya ingin seperti itu dan mulai memimpikannya.”
Namun Amanda masih gamang. Pikirannya masih kalut. Bagaimana tanggapan orang saat dirinya yang non-muslim mengenakan hijab. Dia simpan rapat-rapat niat berhijab itu. Hingga saatnya dia bercerita pada seorang teman.
“Dia mengatakan tidak akan mempermasalahkannya dan bahwa muslim bukanlah satu-satunya kelompok yang mengenakan hijab. Banyak Yahudi dan Nasrani yang juga mengenakannya,” tutur Amanda.
Saat itulah hatinya bulat untuk berhijab. Dan akhirnya dia tahu manfaat menutup tubuh dengan rapat. “Karena hijab, saya paham bahwa tubuh saya adalah hak saya, dan saya berterima kasih kepada muslimah yang memberi tahu saya,” ujar dia.
Eksperimen
Perempuan non-muslim lain yang juga berhijab adalah Anisa Rawhani. Namun perempuan asal Kingston, Kanada, ini sedang eksperimen. Dia ingin mengetahui persepsi masyarakat terhadap kaum minoritas.   
Oleh karena itu, Anisa berhijab selama delapan belas hari ada Januari silam. “Saya melakukan ini karena ingin tahu tentang hijab yang memicu banyak ketegangan di Barat. Saya juga ingin tahu kenapa wanita muslim harus berhijab dan mengapa budaya kita sangat sulit menerima hijab," tutur Anisa dikutip Dream dari islam.ru.

Perempuan Non-Muslim Ini Memutuskan Berhijab
Sumber: Twitter @AnisaRawhani
Mahasiswi Universitas Queen, Ontario, ini berhijab selama delapan belas hari. Selama itu, dia tak mengurangi aktivitas. Dengan berhijab, dia tetap pergi ke kampus setiap pagi. Menjadi relawan di perpustakaan dan nongkrong di restoran seperti biasa.
“Aku pergi dengan memakai hijab dan orang-orang mulai bersikap manis, mereka menjadi sopan, beberapa orang tua yang kutemui bahkan menjabat tanganku,” kata dia. Respons ini tak pernah dia sangka.
Pada kesempatan lain, Anisa pergi bersama teman-temannya. Dia masih berkerudung ala muslimah. Lagi-lagi, di luar dugaan. Dia merasa diperlakukan teramat sopan. Sampai-sampai dia merasa sulit untuk menjelaskannya.
Di ujung percobaan, Anisa menemukan kesimpulan. Perempuan keturunan Iran itu menemukan banyak kesalahpahaman terhadaphijab. Dia semakin paham tak ada paksaan terhadap muslimah yang berhijab. Namun masih ada rasisme yang menyudutkan.
“Orang, budaya, dan agama, bukanlah konsep yang bisa Anda pahami dengan cara Anda sendiri. Dengan dialog, kita meningkatkan saling pengertian dan saling menghormati sesama,” tutur Rawhani.
Sumber http://www.dream.co.id/

0

Kisah Haru Pria Memeluk Islam 10 Hari Menjelang Ajal

Selama 23 tahun Abdur Raheem gagal mengajak ayahnya, Green, masuk Islam. Namun Green kemudian mengucap Syahadat sepuluh hari sebelum wafat.
Dream - Siang itu hati Abdur Raheem Green berdebar. Benaknya berkecamuk, sibuk menimbang-nimbang. Sambil berpikir, dia terus bergegas. Menuju kamar di sebuah rumah sakit di Kota Kairo, Mesir. Kala itu, warsa 2010.
Begitu membuka pintu, mata Abdur Raheem terpatut pada sosok pria renta. Terkulai di atas dipan, tak berdaya. Dia pandangi tubuh itu lekat-lekat. Itulah Tuan Green, ayahnya. Mantan Direktur Cairo BarclaysBank, bank multinasional yang berpusat di Inggris.
“Saya memandanginya dan berpikir dia bisa saja meninggal malam itu,” kata Abdur Raheem mengenang masa itu. Kala itu Green memang sudah dua tahun sakit. Keadaan inilah yang membawa pendakwah muslim itu jauh-jauh dari Inggris ke Kairo.
Bukan hanya kondisi Green. Debar hati Abdur Raheem itu juga dipicu soal lain. Masalah keyakinan. Sejak memeluk Islam hampir seperempat abad silam, Abdur Raheem selalu mengajak ayahnya jadi mualaf. Namun gagal.
“Saya telah lama memikirkan kapan bisa mengajaknya. Bagaimana mengajaknya? Bagaimana cara yang tepat? Sekarang dia sedang sakit parah, saya tak mau menekannya, membuatnya bertambah sedih,” kata pria kelahiran setengah abad silam itu.
Saat itu Abdur Raheem berpikir, inilah kesempatan terakhir untuk mengulang ajakannya. Pria bernama kecil Anthony Vatswaf GalvinGreen itu tidak akan pernah memaafkan diri jika ayahnya meninggal dan belum memeluk Islam.
Namun hati Abdur Raheem tetap gamang. Dia merasa ayahnya telah menutup hati terhadap Islam. Abdur Raheem benar-benar tak punya harapan. “Sungguh saya merasa takut dia berkata tidak dan menolak ajakan saya,” ucap dia.
Ini sungguh sulit. Abdur Raheem dalam dilema. Sebagai muslim, orangtuanya belum masuk Islam. Namun satu hal yang dia pegang, dia tak mau memaksa. “Kewajiban kita menyampaikan pesan, untuk menjelaskan kepada orang lain dengan cara sebaik yang kita bisa,” ujar Abdur Raheem.
Akhirnya, Abdur Raheem kembali mencoba. Dia dekati Green yang tengah terbaring. “Ayah. Saya punya sesuatu yang sangat penting untuk disampaikan. Apakah Ayah mendengar?” kata Abdur Raheem mengenang pembicaraan dengan ayahnya kala itu.
Namun, ayahnya sudah tak lancar berbicara. Kata demi kata keluar dengan terbata. Oleh sebab itu, Green hanya mengangguk. Dan Abdur Raheem melanjutkan, “Saya punya sesuatu untuk saya katakan, jika tidak saya katakan, saya akan menyesal.”
Berdakwahlah Abdur Raheem di dekat telingan Green. Putra saleh itu bercerita tentang hari akhir dan hari pembalasan. Di ujung cerita, Abdur Raheem mengucap Syahadat.
“Jadi Ayah, ini kunci ke surga. Ini sukses di hari kemudian, bagaimana menurut Ayah?” tanya dia mengakhiri cerita.
Mendengar cerita itu, Green menganggukkan kepala. Abdur Raheem pun kembali bertanya, “Apakah itu artinya Ayah ingin mengucapkan syahadat?”
Dan sang ayah dengan terbata menjawab tanya Abdur Raheem itu. “Ya.” Inilah yang tidak diduga-duga oleh Abdul Raheem. Bahagia pun membuncah di hatinya. Setelah hampir dua puluh lima tahun gagal, kali ini dia berhasil mengajak ayahnya masuk Islam.
Abdur Raheem langsung membimbing sang ayah mengucap syahadat. “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah.” Dengan lega, Abdul Raheem meninggalkan rumah sakit karena jam besuk sudah habis.
Hari berikutnya, Abdur Raheem kembali datang. Namun dia menjumpai kondisi sang ayah semakin parah. Green tidak bisa mengingat apa-apa. Jangankan mengingat hari kemarin, kejadian sejam lalu saja dia sudah lupa. “Tapi itu bukan akhir segalanya,” tutur Abdur Raheem.
Enam hari setelah masuk Islam, kondisi Green semakin memburuk. Abdur Raheem yang masih di rumah sakit mendengar ayahnya merintih. “Tolong, tolong saya,” kata Abdur Raheem menirukan ayahnya.
Dia pun kemudian bertanya, “Ayah, Ayah ingin saya melakukan apa?”.
“Saya tidak tahu,” jawab Green. “Ajarkan saya sesuatu yang mudah dilakukan,” tambah dia dengan terbata.
Lantas, Abdur Raheem ingat syahadat. Kalimat yang ringan di lidah namun punya efek luar biasa. “Sehingga saya berkata, jika saya menjadi Ayah, saya akan terus mengulang syahadat,” kata Abdur Raheem.
Mendengar itu, Green pun menjawab, “Ya, itu yang ingin saya lakukan.” Setelah itu, bapak dan anak itu bersama-sama mengucap syahadat selama satu setengah jam.
Sesudah berhasil mengajak ayahnya masuk Islam, Abdur Raheem pulang ke Inggris. Ada urusan yang harus diselesaikan. “Dan kemudian saya mendengar ayah meninggal,” kata Abdur Raheem.
Ya, Green yang telah menolak Islam selama hampir seperempat abad itu telah meninggal. Satu hal yang disyukuri Abdur Raheem, ayahnya bersyahadat sepuluh hari sebelum datang ajalnya.
“Kematian ayah saya ingin saya ceritakan kepada Anda, dan intinya, sepuluh hari sebelum dia meninggal, dia mendapat rahmat mengucapkan Syahadat,” tutur Abdur Raheem.
Sumber http://www.dream.co.id/